Aku masih merasa ini hanya mimpi. Sosok yang senantiasa ada, disetiap moment bahagia dan indahku, sosok yang selalu ada dan mensupport keterpurukan ku. Cinta pertamaku.. Pahlawan keluarga, panutan dan sosok paling bertanggung jawab dan penyayang.
Jumat, 01 Februari 2019 pukul 03.30 wib pagi. Mama dan aku menemukan papa terjatuh. Ya Allah aku tak bisa menahan kekhawatiranku. Kuletakkan kepala papa di pangkuan. Nafas papa sudah sangat lemah, aku tak tahu apakah jantung papa masih berdetak normal atau tidak. Tanganku terlalu gemetar untuk merasakannya. Kugenggam tangan Papa.. Jemari nya sudah mulai dingin. Ku bisikkan semangat dan asma Allah di telinga Papa...
Papa... Bangun pa.. Papa kuat ya...
Allahuakbar...La Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah
Dalam pelukanku kurasakan papa pergi meninggalkan kami.
Bersama para tetangga kami menggotong Papa, dan membawanya ke Rumah sakit. Aku masih berharap papa bisa tertolong.. Pasti aku tadi salah.. Papa sebenarnya masih ada.
Papa langsung ditangani dokter IGD, namun Allah berkehendak lain, ternyata Papa memang sudah berpulang dan kembali kepada Sang Khalik.
Inna Lillahi Wa Innaa Ilaihi Rojiun...
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya lah kami kembali".
Ya Allah... Ini pasti mimpi, aku hanya sedang bermimpi buruk, ini tidak benar-benar terjadi. Karena semalam aku masih mengajaknya berbicara dan menyediakan makan malam. Karena suamiku masih mengobrol dengan papa jelang tengah malam. Karena papa sedang sehat dan tidak ada keluhan apa-apa.
Papa pergi dalam keadaan tidak merasakan sakit.. Beliau pingsan dan langsung pergi ke pangkuan Illahi. Pergi dengan wajah seperti sedang tertidur.
InsyaAllah Papa Husnul-khatimah.
Yaa ayyatuhan naf sul muth'mainnah irji'ii illa rabbiki raadhiyatam mardhiyyah. Fadkhulii fii'ibaadii wad khulii jannatii..
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhoiNya. Maka masukan lah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah kedalam surgaku. " (Q.S Al FAJR 89 ayat 27-30).
Papa, sosok paling bertanggung jawab terhadap keluarga, dia yang mengenalkan kami semua arti menyayangi sesama tak pandang jabatan dan harta, sosok pendidik yang sangat perhatian terhadap pendidikan demi masa depan kami. Sosok bersahaja, ramah, dan penolong.
Papa memang sudah mempersiapkan tabungan akhiratnya, tak pernah putus sholat ke mesjid, puasa wajib dan sunnahnya.
Betapa Allah sudah menyiapkan hari baik dan jam untuk papa berpulang. Jelang sholat subuh, ketika papa hendak menyiapkan diri melaksanakan kewajiban sholat subuh. Tak ada pesan khusus yang ditinggalkan, hanya terucap maaf kepada kami anak-anaknya sebulan lalu dan senentiasa berkata jadikan kamu bermanfaat untuk orang lain meski sedikit, dan senantiasa berbuat baik.
Papa... Terimakasih untuk segalanya, terimakasih sudah menjadi Papa terbaik dihidupku, mama dan saudara2ku. Terima kasih sampai detik kepergianmu, Papa tak ingin merepotkan kami. Biarkan kami memelukmu dalam doa dan sholat ketika rindu ini datang menyergap.
Depok
01 Feb 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar