Selasa, 19 Mei 2020

Management Waktu Memasak Menu Sahur dan Berbuka Dikala Pandemi

Ramadhan kali ini sungguh berbeda dari ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi melanda seluruh negeri, sehingga kami harus selalu berada dirumah dan mengurangi aktivitas yang berhubungan dengan banyak orang secara fisik.

Terbayang donk, bagaimana repotnya. Apalagi pada dasarnya saya adalah seorang ibu pekerja yang banyak sekali melakukan aktivitas diluar rumah , mengikuti event bahkan melakukan perjalanan keluar kota meski bulan ramadhan. Sekarang ini fix, pekerjaan kantor dilakukan di rumah, dan kegiatan event dirubah menjadi kegiatan online. Anak-anak pun bersekolah di rumah, luar biasa kan waktu yang harus kita bagi agar semua berjalan dengan lancar.

Begitu juga dengan aktivitas masak memasak, belanja dan membeli makanan via aplikasi online, semua otomatis harus dibatasi. Biasa tiap Ramadhan , pasti ada aja keinginan membeli takjil diluar rumah, atau buka puasa bersama di restaurant bareng keluarga atau teman, inipun harus dihentikan. 

Untuk menyiasati semua ini, aku ingin berbagi sedikit tips yang sebenarnya sudah saya terapkan semenjak menjadi pekerja kantoran . Yaitu dengan menerapkan management waktu memasak, dan alhamdulillah untuk saya tips ini sangat efektif dan bisa menghemat waktu saya.


Sedikit saya jelaskan dulu mengenai apa sih Management waktu itu ? kalau saya simpulkan dari berbagai referensi , management waktu adalah perencanaan, proses atau tindakan yang dilakukan secara sadar utnuk melakukan suatu kegiatan, dalam kurun waktu tertentu.
Jadi Management Waktu Memasak berarti suatu perencanaan atau tindakan yang kita lakukan secara sadar dalam kegiatan memasak agar proses memasak menjadi lebih efektif dan efisien.

Kenapa Penting ?
  1. Membantu menentukan skala prioritas, udah pasti dengan segambreng aktivitas diwaktu dan tempat yang sama, pasti bikin kita pusing kan ?, mana dulu nih yang harus kita kerjakan. Pakai management waktu, sudah pasti kita bisa menentukan skala prioritas mengenai kegiatan mana nih yang harus kita lakukan terlebih dahulu.
  2. Membantu mengurangi kecenderungan menunda pekerjaan, sudah pasti donk, kan kita sudah punya jadwal yang harus kita patuhi, kalau gak diikuti so pasti urutan selanjutnya bakal terkena imbasnya.
  3. Mencegah terjadinya bentrok waktu, nah ini juga penting banget nih, kadang ada aja meeting online dadakan, atau tiba-tiba ada deadline yang harus kita kejar saat itu juga. Pakai manajement waktu, insyaAllah kejadian seperti ini bisa kita minimalisir.
  4. Keseimbangan pribadi (me time), ga pengen donk tiap hari kita terjebak dalam rutinitas yang bikin kita stress sampai kehilangan waktu , dan kita ga punya waktu  untuk diri sendiri. paling gak, dengan management waktu, kita udah punya slot untuk menyenangkan diri sendiri, seperti nge-drakor hehehe.
Nah , lanjut yuks kayak gimana sih management waktu memasak ala aku?
  1. Menyusun menu ( ini hukumnya wajib), kembali lagi ke kita, mau bikin menu per tiga hari, per satu minggu, bebas aja. yang penting kita harus punya menu yang jadi acuan kita dalam memasak. Jadi ini bisa menghemat waktu kita tiap harinya lho. Karena kita sekarang ini sedang berpuasa, otomatis kita harus siapkan menu berbuka dan sahur. Sesuaikan dengan selera keluarga kita, jangan memaksakan menu yang nantinya ga bisa dinikmati keluarga hanya karena kita ingin mengikuti resep masakan orang lain. Menu sahur dan berbuka , pastinya harus bisa menggantikan energi yang kita keluarkan selama seharian beraktivitas. Dan perhatikan komposisi gizinya ya, jangan mentang-mentang menu berbuka , kita bikin semua yang daging-dagingan, sedang untuk sahur hanya yang berkuah tanpa ada masakan yang mengandung energi. Sekarang udah banyak banget referensi resep yang bisa kita cari, jadi gak usah bingung-bingung ya.
  2. Membuat daftar belanja, patokannya dari menu yang sudah kita susun ya. Jadi istilah laper mata segala pengen dibeli bisa kita minimalkan bahkan dihindari. Jumlah bahan makanan yang dibeeli sesuaikan juga dengan jumlah anggota keluarga ya, jangan berlebihan.
  3. Menyiapkan bumbu dasar masakan / bumbu jadi. Punya bumbu dasar beneran bisa menghemat waktu kita memasak lho, drama iris-iris bawang gak ada lagi deh  hehehe. Sekarang ini udah banyak sebenarnya yang dijual dipasaran, tapi untuk saya pribadi lebih senang membuat sendiri. Selain merasa lebih aman dan higienis karena kita pilih sendiri bahannya, juga lebih irit. Saya biasa membuat 3 bumbu dasar, yaitu :
    • Bumbu Dasar Putih
    • Bumbu Dasar Merah
    • Bumbu Dasar Kuning
    • Cabe giling merah (khusus cabe merah yang saya rebus, kemudian saya blender, untuk penambah rasa pedas pada masakan





Untuk membuat bumbu dasar mudah sekali, kita hanya tinggal menghaluskan bahan-bahannya, kemudian ditumis hingga harum dan matang sempurna, kemudian kita dinginkan. Agar tahan lama, bumbu harus diletakkan dalam wadah tertutup (toples kaca) dan kemudian disimpan dalam lemari es.

Berikut Bumbu dasar yang saya buat,
Bumbu Dasar Putih 
30 siung bawang  merah
10 siung bawang putih
10 butir kemiri sangrai
2 sendok makan ketumbar
minyak untuk menumis

Kegunaan : Bumbu dasar putih biasa digunakan untuk masakan seperti lodeh, opor ayam, gudeg, teri oseng, baceman, tempe/tahu, rawon, masakan tumisan, dan lain-lain.

Bumbu Dasar Merah
30 siung bawang merah
10 siung bawang putih
20 buah cabe merah
minyak untuk menumis

Kegunaan : Bumbu dasar merah digunakan untuk masakan seperti gulai, aneka balado, kering tempe, sambal goreng, ikan/daging/ayam bumbu merah, nasi goreng pedas, dan lain-lain.

Bumbu Dasar Kuning
30 siung bawang merah
10 siung bawang putih
10 butir kemiri sangrai
10 cm kunyit bakar
2 sendok makan ketumbar
minyak untuk menumis

Kegunaan : Bumbu dasar kuning digunakan untuk masakan seperti nasi kuning, pepes, pesmol, kari, acar , nasi bakar, dan lain- lain.

4. Menyiapkan bahan makanan (dengan melakukan pengelompokan bahan makanan), selain kulkas kita jadi rapi, lebih hemat , juga lebih simple.
  • .Kita bisa bagi menjadi 5 bahan utama yaitu protein (hewani, nabati), buah, sayur, olahan susu (keju, yogurt), biji-bijian (beras, oatmeal)
  • Memperhatikan cara menyimpan bahan makanan tersebut.  
    • Untuk daging, saat membeli potong-potong sesuai takaran dan jenis masakan, simpan beku tanpa dicuci terlebih dahulu, dan beri label serta tanggal pembelian). Jika akan digunakan , keluarkan dari freezer , taruh tetap dalam kulkas tanpa membuka plastik atau wadahnya.
    • Untuk jenis bahan protein seperti ikan/udang, beli yang kualitasnya baik, cuci bersih, simpan dalam wadah kedap udara , taruh dalam freezer, dan hindarkan menyimpan ikan atau udang dekat dengan makanan yang mempunyai bau menyengat.
    • Untuk ayam, karena dia cenderung lebih cepat rusak dibanding daging sapi atau kambing, jika membeli ayam utuh sebelum disimpan, keluarkan semua jeroan dan lemaknya, keringkan dengan tissu dapur, agar sisa airnya hilang, bungkus dengan plastik wrap, simpan di freezer. Jika membeli ayam potongan, bagian paha dan dada simpan terpisah dengan bagian kepala dan ceker. simpan dalam wadah tertutup , dan masukan ke freezer. Lebih praktis lagi jika kita membuat dalam bentuk ungkepan ayam, jadi kita hanya tinggal menggoreng saja.
    • Untuk buah, cuci buah dengan cairan pembersih khusus untuk makanan , lap kering, taruh dalam kulkas, usahakan jangan ditumpuk. Khusus pisang jangan taruh di kulkas.
    • Untuk sayur, sortir sayuran , bagian yang layu, kurang segar buang, sebelum disimpan, dicuci terlebih dahulu, bungkus dengan plastik atau kertas berlubang. Pisahkan antara sayur dan buah. Jangan potong-potong sayuran yang akan disimpan. Periksa sayuran yang disimpan secara berkala. 
5. Menentukan jadwal memasak, ini tergantung kebiasaan dalam keluarga masing-masing ya. kalau saya sendiri jika bukan ramadhan, masak dilakukan paling sedikit dua kali. Yaitu saat sarapan dan jelang makan malam. Biasanya saya mulai masak 2 jam sebelum jam makan , dengan menu 3 macam atau lebih. Karena sudah punya bumbu dasar, biasanya saya hanya butuh waktu untuk memotong bahan makanan dan memasaknya saja.

6. Memanfaatkan peralatan yang bisa menghemat waktu memasak. Sekarang udah banyak banget alat-alat masak yang bisa membantu kita menghemat waktu memasak, kalau ada rejeki, gapapa banget lho kita investasi barang-barang disini. Kan beneran bisa membantu kita sehari-hari. saya pribadi terbantu banget dengan adanya blender, chopper, oven listrik, panci presto.
Nah inilah management waktu memasak yang saya terapkan sehari-hari. Untuk menu berbuka puasa dan sahur, kita hanya tinggal menyesuaikan menu dan jam memasaknya saja. Semoga bermanfaat, dan terimakasih sudah mampir ke blog saya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar