Minggu, 31 Mei 2020

Hot Pot, Alternatif Hidangan Lebaran Tanpa Santan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Mohon maaf lahir batin, semoga setelah inikita semua kembali fitri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, aamiin.
Bagaimana lebaran tahun ini Bun? sedih ya karena kita diharuskan lebaran di rumah aja, dan disarankan untuk tidak mudik, demi memutuskan rantai penularan Covid-19. Tapi untuk saya pribadi dan keluarga, lebaran tanpa mudik pun tak apa, kami tetap menyambut hari kemenangan dengan gembira. 

Lain dari tahun-tahun sebelumnya, hidangan lebaran kami tahun ini agak berbeda, tetap sih, saya memasak ketupat dan opor serta rendang, tapi jumlahnya ga terlalu banyak. Saya malah focus ke hidangan ala-ala Jepang yang rebus-rebusan. Kami sih biasanya menyebutnya hot pot, beberapa orang ada yang menyebutnya shabu-shabu, suki, atau steamboat karena memang disajikan dalam wadah yang senantiasa panas.  Penasaran , seperti apa sih bentuknya? , nah ini dia..
Hot Pot Special Lebaran

Meriah ya liat tampilannya? dan sensasi segar bisa kita dapatkan ketika kita menyantap hidangan ini lho. Bahan-bahannya pun mudah didapat, dan cara buatnya juga gampang sekali. Untuk hidangan hot pot kemarin, saya membuat dua macam kuah, yaitu kuah kaldu dan kuah tomyam. Kedua kuah tersebut  mempunyai rasa yang berbeda, kalau kuah kaldu rasanya  gurih , pasti sangat disukai anak-anak, kalau kuah tomyam rasanya segar, pastinya akan sangat digemari bagi penggemar makanan pedas.

Untuk isiannya, kita bisa beli di supermarket. Biasanya bisa kita temukan di bagian frozen food . Disana akan banyak sekali jenis-jenis bahan untuk membuat hot pot ini. Bentuknya pun lucu-lucu, dan ada banyak variant rasa / isinya. Untuk harga bervariasi ya, saya pribadi menggunakan segala macam isian yang memang disukai anak-anak.
Isian yang saya siapkan terdiri dari :
  •  Daging yang diiiris tipis-tipis
  •  Udang
  •  Sosis
  •  Bakso
  •  Jamur shiitake
  •  Dimsum
  •  Otak-otak ikan
  •  Bakso sotong 
  •  Sayuran (sawi, selada)
  •  Bihun 
  •  Paprika
Aneka bahan isian Hot Pot

Nah untuk bahan-bahan ini khusus untuk daging, saya sudah bikin setengah matang dulu, biar yakin udah matang banget pas dimasukkan kedalam kuahnya.
Persiapan apa lagi nih , kita harus punya panci yang cukup lebar untuk merebus semua bahan, dan kompor kecil yang kita taruh diatas meja.
Sekarang kita siapkan kuahnya ya,

Cara Membuat Kuah Kaldu :
  •  Didihkan air , rebus daging sapi/ ayam (sesuai selera), untuk kuah  kaldu  
  •  Tambahkan rempah-rempah seperti jahe, cengkeh, daun salam
  •  Tambahkan daun bawang, merica, garam
  •  Haluskan bawang merah, bawang putih
  •  Tunggu sampai bumbu meresap
  •  Saring, kemudian tuang dalam panci saji
Cara Membuat Kuah Tomyam :
  •  Didihkan air, rebus udang, untuk kuah kaldu udang 
  •  Tambahkan sereh, lengkuas, daun jeruk
  •  Tambahkan 3 buah jeruk nipis
  •  Tambahkan cabe merah sesuai selera
  •  Tambahkan cabe bubuk
  •  Tambahkan gula, garam, merica
  •  Tambhahkan daun bawang
  •  Haluskan bawang merah, kemiri, bawang putih, cabe merah keriting
  •  Tunggu sampai bumbu meresap
  •  Saring , kemudian tuang dalam panci saji
Kuah Kaldu dan Kuah omyam

Setelah kuah siap, panaskan dalam paci saji, tuang bahan sesuai selera, sajikan panas. Sebagai pelengkap, siapkan bubuk cabe, kecap asin, saos tomat, saos cabai. 

Mudahkan cara membuatnya, dan dijamin ga ada istilah mabok santan deh.
Selamat mencoba..
Sajian Hot Pot








Rabu, 20 Mei 2020

Pudding Regal , Hantaran Manis Lebaran

Ingin memberikan hantaran manis untuk kerabat saat lebaran? nah Bunda bisa membuat Pudding Regal yang tampilannya cantik (terdiri dari 3 lapis), dan rasanya enak ini lho. Bahan yang diperlukan pun sangat mudah didapat. Pudding regal ini tentu saja bisa Bunda kombinasikan sesuai kreasi Bunda sendiri ya, kalau dari saya , resepnya masih original , belum dimodifikasi. 
Penasaran? yuks kita mulai..


Pudding Regal

Bahan 1 (lapisan bening)
Agar-agar plain 1 bungkus (saya pakai merk swallow)
Regal special 1 bungkus (saya pakai merk Regal )
Gula pasir 2 sendok makan
Air 600 ml

Bahan 2 (lapisan putih)
Susu cair full cream 600 ml (saya pakai merk diamond)
Agar-agar plain 1 bungkus
Gula pasir 1 sendok makan
Mentega 2 sendok makan
Telur ayam 2 butir
Vanilla essent ( setengah sendok teh)

Bahan 3 (lapisan coklat)
Susu cair full cream 600 ml
agar-agar coklat 1 bungkus
Dark coklat blok (DCC) 125 gr (saya pakai merk Tulip)
Delfie chocolatos Drink 1 bungkus (bisa diskip)
Coklat bubuk Van Houten 1 sendok makan
Gula pasir 1 sendok makan



Cara Membuat :
Lapisan Pertama
Pertama-tama kita akan membuat lapisan yang pertama, yaitu lapisan bening yang didalamnya terdapat susunan regal. 
Siapkan wadah pussing, basahi dengan air matang, tiriskan, namun jangan dikeringkan.
Susun regal dalam Loyang secara rapi
lalu kita buat adonan pertama
tuang air, agar-agar, gula, aduk perlahan, kemudian masak hingga mendidih. Hilangkan uap panasnya. Kemudian perlahan-lahan tuang adonan bening keatas regal. Harus sangat hati-hati dan tidak terburu-buru, agar susunan regal tidak rusak, danregal tidak mengambang. Kemudian dinginkan.

Lapisan Kedua
Siapkan wadah , tuang susu cair, agar-agar, gula, lalu masak diatas api kecil, aduk perlahan.
ditempat terpisah, siapkan telur 2 butir yang dikocok lepas , tambahkan mentega, vanilla, kocok perlahan.
setelah adonan susu mulai mendidih, campurkan adonan telur dan mentega . Aduk sampai merata, dan meletup-letup.
Kemudian tuang diatas lapisan pertama , diamkan.

Lapisan Ketiga
Siapkan wadah, campurkan susu cair, gula, agar-agar, coklat bubuk, defile chocolatos, aduk perlahan lalu panaskan dalam api kecil
Coklat blok, iris-iris kemudian masukan.
Aduk sampai meletup. Matikan api.

Cek lapisan kedua, apakah sudah mengeras, jika sudah, tuang lapisan ketiga diatas lapisan kedua. diamkan , hingga uap panansnya hilang, kemudian dinginkan dalam lemari es.
Setelah Pudding mengeras, sudah bisa ditempatkan dalam wadah , atau dus cantik, hias dan siap sebagai hantaran. Oh iya tanpa vla , pudding ini sudah enak sekali ya. Jika ingin lebih sempurna , bisa pakai vla, yang dibuat dari campuran susu cair, maizena, dan esent vanilla.

Selamat Mencoba…..


Dikemas dalam dus cantik

Tampak dalam











Selasa, 19 Mei 2020

Management Waktu Memasak Menu Sahur dan Berbuka Dikala Pandemi

Ramadhan kali ini sungguh berbeda dari ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi melanda seluruh negeri, sehingga kami harus selalu berada dirumah dan mengurangi aktivitas yang berhubungan dengan banyak orang secara fisik.

Terbayang donk, bagaimana repotnya. Apalagi pada dasarnya saya adalah seorang ibu pekerja yang banyak sekali melakukan aktivitas diluar rumah , mengikuti event bahkan melakukan perjalanan keluar kota meski bulan ramadhan. Sekarang ini fix, pekerjaan kantor dilakukan di rumah, dan kegiatan event dirubah menjadi kegiatan online. Anak-anak pun bersekolah di rumah, luar biasa kan waktu yang harus kita bagi agar semua berjalan dengan lancar.

Begitu juga dengan aktivitas masak memasak, belanja dan membeli makanan via aplikasi online, semua otomatis harus dibatasi. Biasa tiap Ramadhan , pasti ada aja keinginan membeli takjil diluar rumah, atau buka puasa bersama di restaurant bareng keluarga atau teman, inipun harus dihentikan. 

Untuk menyiasati semua ini, aku ingin berbagi sedikit tips yang sebenarnya sudah saya terapkan semenjak menjadi pekerja kantoran . Yaitu dengan menerapkan management waktu memasak, dan alhamdulillah untuk saya tips ini sangat efektif dan bisa menghemat waktu saya.


Sedikit saya jelaskan dulu mengenai apa sih Management waktu itu ? kalau saya simpulkan dari berbagai referensi , management waktu adalah perencanaan, proses atau tindakan yang dilakukan secara sadar utnuk melakukan suatu kegiatan, dalam kurun waktu tertentu.
Jadi Management Waktu Memasak berarti suatu perencanaan atau tindakan yang kita lakukan secara sadar dalam kegiatan memasak agar proses memasak menjadi lebih efektif dan efisien.

Kenapa Penting ?
  1. Membantu menentukan skala prioritas, udah pasti dengan segambreng aktivitas diwaktu dan tempat yang sama, pasti bikin kita pusing kan ?, mana dulu nih yang harus kita kerjakan. Pakai management waktu, sudah pasti kita bisa menentukan skala prioritas mengenai kegiatan mana nih yang harus kita lakukan terlebih dahulu.
  2. Membantu mengurangi kecenderungan menunda pekerjaan, sudah pasti donk, kan kita sudah punya jadwal yang harus kita patuhi, kalau gak diikuti so pasti urutan selanjutnya bakal terkena imbasnya.
  3. Mencegah terjadinya bentrok waktu, nah ini juga penting banget nih, kadang ada aja meeting online dadakan, atau tiba-tiba ada deadline yang harus kita kejar saat itu juga. Pakai manajement waktu, insyaAllah kejadian seperti ini bisa kita minimalisir.
  4. Keseimbangan pribadi (me time), ga pengen donk tiap hari kita terjebak dalam rutinitas yang bikin kita stress sampai kehilangan waktu , dan kita ga punya waktu  untuk diri sendiri. paling gak, dengan management waktu, kita udah punya slot untuk menyenangkan diri sendiri, seperti nge-drakor hehehe.
Nah , lanjut yuks kayak gimana sih management waktu memasak ala aku?
  1. Menyusun menu ( ini hukumnya wajib), kembali lagi ke kita, mau bikin menu per tiga hari, per satu minggu, bebas aja. yang penting kita harus punya menu yang jadi acuan kita dalam memasak. Jadi ini bisa menghemat waktu kita tiap harinya lho. Karena kita sekarang ini sedang berpuasa, otomatis kita harus siapkan menu berbuka dan sahur. Sesuaikan dengan selera keluarga kita, jangan memaksakan menu yang nantinya ga bisa dinikmati keluarga hanya karena kita ingin mengikuti resep masakan orang lain. Menu sahur dan berbuka , pastinya harus bisa menggantikan energi yang kita keluarkan selama seharian beraktivitas. Dan perhatikan komposisi gizinya ya, jangan mentang-mentang menu berbuka , kita bikin semua yang daging-dagingan, sedang untuk sahur hanya yang berkuah tanpa ada masakan yang mengandung energi. Sekarang udah banyak banget referensi resep yang bisa kita cari, jadi gak usah bingung-bingung ya.
  2. Membuat daftar belanja, patokannya dari menu yang sudah kita susun ya. Jadi istilah laper mata segala pengen dibeli bisa kita minimalkan bahkan dihindari. Jumlah bahan makanan yang dibeeli sesuaikan juga dengan jumlah anggota keluarga ya, jangan berlebihan.
  3. Menyiapkan bumbu dasar masakan / bumbu jadi. Punya bumbu dasar beneran bisa menghemat waktu kita memasak lho, drama iris-iris bawang gak ada lagi deh  hehehe. Sekarang ini udah banyak sebenarnya yang dijual dipasaran, tapi untuk saya pribadi lebih senang membuat sendiri. Selain merasa lebih aman dan higienis karena kita pilih sendiri bahannya, juga lebih irit. Saya biasa membuat 3 bumbu dasar, yaitu :
    • Bumbu Dasar Putih
    • Bumbu Dasar Merah
    • Bumbu Dasar Kuning
    • Cabe giling merah (khusus cabe merah yang saya rebus, kemudian saya blender, untuk penambah rasa pedas pada masakan





Untuk membuat bumbu dasar mudah sekali, kita hanya tinggal menghaluskan bahan-bahannya, kemudian ditumis hingga harum dan matang sempurna, kemudian kita dinginkan. Agar tahan lama, bumbu harus diletakkan dalam wadah tertutup (toples kaca) dan kemudian disimpan dalam lemari es.

Berikut Bumbu dasar yang saya buat,
Bumbu Dasar Putih 
30 siung bawang  merah
10 siung bawang putih
10 butir kemiri sangrai
2 sendok makan ketumbar
minyak untuk menumis

Kegunaan : Bumbu dasar putih biasa digunakan untuk masakan seperti lodeh, opor ayam, gudeg, teri oseng, baceman, tempe/tahu, rawon, masakan tumisan, dan lain-lain.

Bumbu Dasar Merah
30 siung bawang merah
10 siung bawang putih
20 buah cabe merah
minyak untuk menumis

Kegunaan : Bumbu dasar merah digunakan untuk masakan seperti gulai, aneka balado, kering tempe, sambal goreng, ikan/daging/ayam bumbu merah, nasi goreng pedas, dan lain-lain.

Bumbu Dasar Kuning
30 siung bawang merah
10 siung bawang putih
10 butir kemiri sangrai
10 cm kunyit bakar
2 sendok makan ketumbar
minyak untuk menumis

Kegunaan : Bumbu dasar kuning digunakan untuk masakan seperti nasi kuning, pepes, pesmol, kari, acar , nasi bakar, dan lain- lain.

4. Menyiapkan bahan makanan (dengan melakukan pengelompokan bahan makanan), selain kulkas kita jadi rapi, lebih hemat , juga lebih simple.
  • .Kita bisa bagi menjadi 5 bahan utama yaitu protein (hewani, nabati), buah, sayur, olahan susu (keju, yogurt), biji-bijian (beras, oatmeal)
  • Memperhatikan cara menyimpan bahan makanan tersebut.  
    • Untuk daging, saat membeli potong-potong sesuai takaran dan jenis masakan, simpan beku tanpa dicuci terlebih dahulu, dan beri label serta tanggal pembelian). Jika akan digunakan , keluarkan dari freezer , taruh tetap dalam kulkas tanpa membuka plastik atau wadahnya.
    • Untuk jenis bahan protein seperti ikan/udang, beli yang kualitasnya baik, cuci bersih, simpan dalam wadah kedap udara , taruh dalam freezer, dan hindarkan menyimpan ikan atau udang dekat dengan makanan yang mempunyai bau menyengat.
    • Untuk ayam, karena dia cenderung lebih cepat rusak dibanding daging sapi atau kambing, jika membeli ayam utuh sebelum disimpan, keluarkan semua jeroan dan lemaknya, keringkan dengan tissu dapur, agar sisa airnya hilang, bungkus dengan plastik wrap, simpan di freezer. Jika membeli ayam potongan, bagian paha dan dada simpan terpisah dengan bagian kepala dan ceker. simpan dalam wadah tertutup , dan masukan ke freezer. Lebih praktis lagi jika kita membuat dalam bentuk ungkepan ayam, jadi kita hanya tinggal menggoreng saja.
    • Untuk buah, cuci buah dengan cairan pembersih khusus untuk makanan , lap kering, taruh dalam kulkas, usahakan jangan ditumpuk. Khusus pisang jangan taruh di kulkas.
    • Untuk sayur, sortir sayuran , bagian yang layu, kurang segar buang, sebelum disimpan, dicuci terlebih dahulu, bungkus dengan plastik atau kertas berlubang. Pisahkan antara sayur dan buah. Jangan potong-potong sayuran yang akan disimpan. Periksa sayuran yang disimpan secara berkala. 
5. Menentukan jadwal memasak, ini tergantung kebiasaan dalam keluarga masing-masing ya. kalau saya sendiri jika bukan ramadhan, masak dilakukan paling sedikit dua kali. Yaitu saat sarapan dan jelang makan malam. Biasanya saya mulai masak 2 jam sebelum jam makan , dengan menu 3 macam atau lebih. Karena sudah punya bumbu dasar, biasanya saya hanya butuh waktu untuk memotong bahan makanan dan memasaknya saja.

6. Memanfaatkan peralatan yang bisa menghemat waktu memasak. Sekarang udah banyak banget alat-alat masak yang bisa membantu kita menghemat waktu memasak, kalau ada rejeki, gapapa banget lho kita investasi barang-barang disini. Kan beneran bisa membantu kita sehari-hari. saya pribadi terbantu banget dengan adanya blender, chopper, oven listrik, panci presto.
Nah inilah management waktu memasak yang saya terapkan sehari-hari. Untuk menu berbuka puasa dan sahur, kita hanya tinggal menyesuaikan menu dan jam memasaknya saja. Semoga bermanfaat, dan terimakasih sudah mampir ke blog saya.