Senin, 11 Maret 2019

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Bukan cuma perusahaan yang perlu ada manajernya, namun dalam kita berumah tangga perlu ada manajer keluarga yang handal lho ternyata. NHW#6 kali ini kami diminta untuk belajar bagaimana menjadi manajer keluarga handal. Tau donk, kalau  perusahaan punya manajaer yang handal semua bisa beres sesuai yang diharapkan dan perusahaan pasti makin maju dan besar, orang-orang yang bekerja didalamnya happy. Begitu juga dengan keluarga, kalau kita sebagai Ibu sudah menjadi manajer keluarga yang handal , InsyaAllah apa yang menjadi harapan kita tentang keluarga, anak-anak serta suami semua akan tertangani dan teratasi dengan baik.

Semua Ibu adalah Ibu pekerja, yang wajib menjalankan dan menyelesaikan tugasnya secara profesional. Baik ibu yang memutuskan full menjadi Ibu rumah tangga, artinya beliau bekerja diranah domestik dan ibu bekerja, yaitu Ibu yang memutuskan untuk bekerja diranah publik. Ketika kita mengambil pilihan tersebut hendaknya kita bertanggung jawab atas pilihan itu, dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita.

Ketika saya memutuskan untuk memilih menjadi Ibu bekerja lagi, ada pergolakan batin yang muncul. Sudah mampukah saya menjalankan kedua tanggung jawab, ketika diluar rumah, saya sebagai Ibu bekerja, dan ketika dalam rumah saya adalah ibu rumah tangga. Namun  dengan dukungan keluarga dan suami, alhamdulillah semua kekhawatiran saya bisa teratasi. Saya dan suami akhirnya sepakat untuk mendelegasikan beberapa tugas rumah tangga yang sekiranya dari sisi waktu dan tenaga tidak bisa saya tangani sendiri. Kami mempekerjaan asisten rumah tangga yan bekerja separuh hari, dan hanya melakukan pekerjaan mencuci pakaian , menyetrika dan membersihkan rumah. Hari Minggu asisten keluarga kami liburkan, dan kami berempat bergotong royong untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

Jika ingin dirincikan 3 aktivitas penting setiap harinya
1. Mempersiapkan sarapan, bekal dan memasak, mengantar sekolah sikecil
2. Melakukan pekerjaan kantor
3. Menemani anak-anak belajar dan berkomunikasi dengan suami di malam hari

Aktivitas yang paling tidak penting
1. Scorolling sosmed yang kurang/tidak bermanfaat
2. Ngemall
3. Terlalu banyak nonton drama korea

Waktu yang saya habiskan paling banyak diaktivitas yang mana? sepertinya diaktivitas melakukan pekerjaan kantor deh, berkutat dengan laptop, HP dan buku. Harusnya sih ketika malam saya sudah bisa cut off, namun kadang ada saja yang membuat saya masih harus berkutat dengan pekerjaan dan deadline .

Di NHW#6 kita diajarkan untuk membuat kandang waktu, dimana aktivitas rutin dikumpulkan menjadi satu waktu. Dan tidak membiarkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian kita.

Kandang waktu setiap hari
04.00 - 09.00  : aktivitas menyiapkan sarapan, membuat bekal, masak, mengantar sekolah sikecil,ibadah
09.00   - 20.00      : Aktivitas dinamis
20.00   - 22.00      : Menemani anak-anak belajar dan menunggu suami pulang

Kandang waktu ini biasanya akan berubah jika dikantor ada kebutuhan meeting, biasanya aktivitas dinamis lebih panjang, dan saya baru bisa kembali ke rumah diatas pukul 21.00, namun biasanya akan saya balas keesokan harinya.

Untuk weekend, kandang waktu ini berubah, karena biasa saya ada kegiatan mengikuti kajian setiap minggu dan full menemani anak-anak dan suami latihan memanah

Jadwal harian ini jika dirinci lagi
04.00 -  05.00 : membuat sarapan
05.00 -  05.10 : sholat subuh
05.10 -  06.00 : memasak, menyiapkan bekal
06.00 -  06.15 : membangunkan sikecil, memandikan, menemani sarapan
06.15 -  07.00 : mengantar sekolah
07.00 -  09.00 : belanja, ibadah, melanjutkan memasak, persiapan bekerja
09.00 - 20.00 : jadwal dinamis, dimana saya bisa sekalian mengupgrade ilmu yang saya cari dengan menggunakan sosmed, membaca buku, mengikuti event atau seminar.
20.00 - 22.00  : menemani anak-anak mengerjakan PR dan belajar, menunggu suami pulang, sambil belajar di kuliah online IIP

Sejauh ini inilah yang saya jalankan sehari-hari, mungkin harus disiplin menerapkan jadwal dinamis, agar tidak terlalu lelah ya...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar