Minggu, 31 Maret 2019

Bunda Sebagai Agen Perubahan


Mendidik satu perempuan sama dengan mendidik satu generasi. Maka apabila ada satu ibu membuat perubahan akan terbentuk perubahan satu generasi yaitu generasi anak-anak kita. Wow hebat banget ya peran seorang Ibu.

Ibu sebagai agen perubahan,insyaAllah dengan tekad kuat semua bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 

Berbekal rumus
                                           Passion + Emphaty = Sosial Venture

Harapannya Ibu bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dengan rasa emphaty, membuat usaha yang berkelanjutan diawali  dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. 

Saat ini karena saya ada dilingkungan para Ibu dalam satu komunitas, ingin rasanya bisa menggali banyak potensi yang mereka miliki, sehingga para Ibu bisa tetap produktif meskipun ada di rumah.
Semoga Bunda bisa menjadi agen perubahan karena setiap orang adalah agen perubahan.






Senin, 25 Maret 2019

Misi Hidup Dan Produktivitas

Be Profesional , Rejeki will Follow

Be Profesional diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinys dimata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

Rejeki will Follow bisa dimaknai dengan rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Menemukan misi hidup tidak ada hubungannya dengan usia. Ketika saya diberi kesempatan untuk berada diposisi sekarang, diusia yang sudah tidak muda lagi, menemukan misi hidup dan berusaha produktif dan bermanfaat bagi sesama melalui komunitas yang selama ini saya maintenance. Kalau kita BISA dan SUKA maka kita bisa menjalankan  aktivitas produktif dengan lebih bermakna karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi hidupnya.

a. Salah satu aktivitas yang saya SUKA dan BISA adalah berkomunitas
b. BE DO HAVE
  1.  Mental yang harus dimiliki untuk menjadi yang saya inginkan (BE) : punya stok sabar, mau belajar dan bekerja keras, gak baperan, berbesar hati, tidak sombong.
  2. Yang harus dilakukan untuk menjadi seperti yang diharapkan (DO) : banyak belajar dan mengikuti berbagai komunitas yang bisa mendukung kemajuan komunitas yang kita maintenance, upgrade terus pengetahuan.
  3. Apa yang akan dilakukan jika sudah memiliki yang diharapkan (HAVE) : membesarkan dan menebar banyak manfaat bagi banyak Ibu diseluruh Indonesia.
c. Memperhatikan 3 aspek dimensi waktu
  1. yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose) : bisa merealisasikan apa yang ingin saya capai
  2. yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan (strategic plan) : Ingin bisa membuat buku tentang berkomunitas, berkumpul yang bermanfaat yang bisa bikin happy banyak Ibu
  3. Apa yang ingin dicapai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution ) : Semakin menguatkan komunitas yang dimaintenance agar lebih bisa menebar banyak manfaat untuk banyak Ibu 
Mulai dengan PERUBAHAN , karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Senin, 18 Maret 2019

Tahapan Menuju Bunda Produktif


Bunda Produktif itu apa ya...kalau dari materi yang saya pelajari di Kelas Matrikulasi adalah Bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan "MISI PENCIPTAAN' dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya "BERBINAR -BINAR". Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup bersama keluarga dan sang buah hati. 

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya. Seorang Ibu yang produktif itu agar bisa : 
1. Menambah syukur
2. Menegakkan taat
3. Berbagi manfaat

Bagaimana sih tahapan kita menjadi Bunda yang produktif, diawal kita baiknya tahu dimana dan apa yang menjadi bakat kita. Banyak tools yang bisa kita pakai untuk memetakan bakat tersebut. Kali ini saya mencoba  menggunakan tools dari Abah Rama Royani di www.temubakat.com.

Dua kali mencoba mendapat hasil yang kurang lebih sama, kemudian hasil ini saya sempat konfirmasikan ke rekan kerja, dan beliau setuju dan memang akurat dirasa hasilnya dengan keseharian saya dilingkup kerja ataupun pertemanan. Dan saya rasakan apa yang sudah saya jalankan sesuai dengan kemampuan saya meski masih banyak yang harus dimaksimalkan, dan saya minimalkan apa yang menjadi kekurangan saya.

Kemudian kita buat kuadran aktivitas kita dengan membaginya menjadi 4 kuadran
kuadran 1 : Aktivitas yang kita SUKA dan kita BISA
kuadran 2 : Aktivitas yang kita SUKA tetapi anda TIDAK BISA
kuadran 3 : Aktivitas yang kita TIDAK SUKA tetapi kita BISA
kuadran 4 : Aktivitas yang kita TIDAK SUKA dan anda TIDAK SUKA

Kalau dilihat sekilas kelihatan ya saya tidak  suka yang berhubungan dengan bahaya. Semoga dengan hasil tes bakat ini dan memahami apa yang kita suka dan tidak suka, kita bisa lebih memaksimalkan  apa yang menjadi kelebihan kita dan menjadi bunda yang produkstif sesuai passionnya..aamiin


Senin, 11 Maret 2019

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Bukan cuma perusahaan yang perlu ada manajernya, namun dalam kita berumah tangga perlu ada manajer keluarga yang handal lho ternyata. NHW#6 kali ini kami diminta untuk belajar bagaimana menjadi manajer keluarga handal. Tau donk, kalau  perusahaan punya manajaer yang handal semua bisa beres sesuai yang diharapkan dan perusahaan pasti makin maju dan besar, orang-orang yang bekerja didalamnya happy. Begitu juga dengan keluarga, kalau kita sebagai Ibu sudah menjadi manajer keluarga yang handal , InsyaAllah apa yang menjadi harapan kita tentang keluarga, anak-anak serta suami semua akan tertangani dan teratasi dengan baik.

Semua Ibu adalah Ibu pekerja, yang wajib menjalankan dan menyelesaikan tugasnya secara profesional. Baik ibu yang memutuskan full menjadi Ibu rumah tangga, artinya beliau bekerja diranah domestik dan ibu bekerja, yaitu Ibu yang memutuskan untuk bekerja diranah publik. Ketika kita mengambil pilihan tersebut hendaknya kita bertanggung jawab atas pilihan itu, dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita.

Ketika saya memutuskan untuk memilih menjadi Ibu bekerja lagi, ada pergolakan batin yang muncul. Sudah mampukah saya menjalankan kedua tanggung jawab, ketika diluar rumah, saya sebagai Ibu bekerja, dan ketika dalam rumah saya adalah ibu rumah tangga. Namun  dengan dukungan keluarga dan suami, alhamdulillah semua kekhawatiran saya bisa teratasi. Saya dan suami akhirnya sepakat untuk mendelegasikan beberapa tugas rumah tangga yang sekiranya dari sisi waktu dan tenaga tidak bisa saya tangani sendiri. Kami mempekerjaan asisten rumah tangga yan bekerja separuh hari, dan hanya melakukan pekerjaan mencuci pakaian , menyetrika dan membersihkan rumah. Hari Minggu asisten keluarga kami liburkan, dan kami berempat bergotong royong untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

Jika ingin dirincikan 3 aktivitas penting setiap harinya
1. Mempersiapkan sarapan, bekal dan memasak, mengantar sekolah sikecil
2. Melakukan pekerjaan kantor
3. Menemani anak-anak belajar dan berkomunikasi dengan suami di malam hari

Aktivitas yang paling tidak penting
1. Scorolling sosmed yang kurang/tidak bermanfaat
2. Ngemall
3. Terlalu banyak nonton drama korea

Waktu yang saya habiskan paling banyak diaktivitas yang mana? sepertinya diaktivitas melakukan pekerjaan kantor deh, berkutat dengan laptop, HP dan buku. Harusnya sih ketika malam saya sudah bisa cut off, namun kadang ada saja yang membuat saya masih harus berkutat dengan pekerjaan dan deadline .

Di NHW#6 kita diajarkan untuk membuat kandang waktu, dimana aktivitas rutin dikumpulkan menjadi satu waktu. Dan tidak membiarkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian kita.

Kandang waktu setiap hari
04.00 - 09.00  : aktivitas menyiapkan sarapan, membuat bekal, masak, mengantar sekolah sikecil,ibadah
09.00   - 20.00      : Aktivitas dinamis
20.00   - 22.00      : Menemani anak-anak belajar dan menunggu suami pulang

Kandang waktu ini biasanya akan berubah jika dikantor ada kebutuhan meeting, biasanya aktivitas dinamis lebih panjang, dan saya baru bisa kembali ke rumah diatas pukul 21.00, namun biasanya akan saya balas keesokan harinya.

Untuk weekend, kandang waktu ini berubah, karena biasa saya ada kegiatan mengikuti kajian setiap minggu dan full menemani anak-anak dan suami latihan memanah

Jadwal harian ini jika dirinci lagi
04.00 -  05.00 : membuat sarapan
05.00 -  05.10 : sholat subuh
05.10 -  06.00 : memasak, menyiapkan bekal
06.00 -  06.15 : membangunkan sikecil, memandikan, menemani sarapan
06.15 -  07.00 : mengantar sekolah
07.00 -  09.00 : belanja, ibadah, melanjutkan memasak, persiapan bekerja
09.00 - 20.00 : jadwal dinamis, dimana saya bisa sekalian mengupgrade ilmu yang saya cari dengan menggunakan sosmed, membaca buku, mengikuti event atau seminar.
20.00 - 22.00  : menemani anak-anak mengerjakan PR dan belajar, menunggu suami pulang, sambil belajar di kuliah online IIP

Sejauh ini inilah yang saya jalankan sehari-hari, mungkin harus disiplin menerapkan jadwal dinamis, agar tidak terlalu lelah ya...




Senin, 04 Maret 2019

Learning How to Learn

Semakin menantang dan tertantang, tapi kemudian tak berkutik. Selama ini main hantam aja apa yang ingin dipelajari, ga ada target waktu dan jalan santai. Tapi kemudian di NNHW#5 kami ditugaskan untuk membuat design pembelajaran ala kita sendiri. Langsung putar otak, dan mencoba mendeskripsikan secara sederhana.

Ada satu statement yang dishare dalam materi kelas IIP kemarin yang langsung menghujam jantung, "Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan" . Jadi suka atau tidaknya kita pada satu pelajaran itu bukan tergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.

Ketika memutuskan mengambil ilmu parenting, saya memang masih sangat awam, belajar dari buku, dan bergaul dengan banyak komunitas serupa yang bisa mensupport keinginan saya untuk mempelajarinya.

Kemudian saya coba membuat design pembelajaran sederhana dengan bertanya..
dan ditulis tangan dengan spidol warna- warni agar saya senantiasa mengingatnya